Pelestarian Mangrove sebagai Upaya Meningkatkan Keberlanjutan Tambak Ikan Etuwain di Kabupaten Malaka

Authors

  • Emirensiana Sanbein
  • Remigius Binsasi
  • Maria Matilde Klau
  • Willem Amu Blegur

DOI:

https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2023.41.111

Keywords:

Mangrove, Rhizophora stylosa , penghijauan, tambak Etuwain, Kabupaten Malaka

Abstract

Hutan mangrove memiliki fungsi ekologi sebagai pendukung habitat biota dan fungsi ekonomi sebagai
pendukung kesejahteraan masyarakat. Distribusi dan kemelimpahan hutan mangrove Etuwain di Desa Lakekun,
Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka mempengaruhi aktivitas tambak yang diusahakan oleh masyarakat
setempat di lokasi hutan mangrove tersebut. Kekurangpahaman masyarakat setempat dalam konversi mangrove
menjadi tambak dengan cara yang ramah lingkungan berpotensi mengganggu kelestarian mangrove. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis fungsi penting hutan mangrove Etuwain yang akan mendukung pengelolaan
tambak ikan Etuwain dan menganalisis dampak kegiatan penghijauan yang dilakukan di lokasi. Metode survei-observasi diterapkan untuk menemukan dan menentuan titik lokasi tanpa mangrove akibat penebangan, dan metode
partisipasi diterapkan dengan mengajak masyarakat untuk menanam anakan mangrove (propagule) khususnya di
titik yang tidak memiliki pohon mangrove. Analisis SWOT diterapkan dalam penyusunan strategi pengembangan
hutan mangrove Etuwain secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove Etuwain
mendukung fungsi sebagai habitat bagi dekapoda dan ikan. Akan tetapi, ada beberapa titik di lokasi hutan mangrove
yang memerlukan penghijauan dengan wajib mempertimbangkan jenis mangrove yang ditanam dan fisiografi
lokasi tambak ikan Etuwain. Upaya penghijauan mangrove, khususnya jenis Rhizophora stylosa, dilakukan dengan
teknik penanaman yang menggabungkan sistem alat pemecah ombak (APO) dan hybrid engineering. Keterlibatan
masyarakat lokal dan berbagai pihak diperlukan dalam menjaga kelestarian mangrove Etuwain. Pertambahan
jenis dan jumlah mangrove serta perluasan hutan mangrove Etuwain akan memberikan manfaat ekonomis bagi
masyarakat setempat secara berkelanjutan.

References

Akbar, A.A., Sartohadi, J., Djohan, T.S., & Ritohardoyo, S. (2017). Erosi Pantai, Ekosistem Bakau dan Adaptasi Masyarakat terhadap Bencana Kerusakan Pantai di Negara Tropis, Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1): 1-10

Alwidakso, A., Azham Z., & Kamarubaya, L. (2014). Studi Pertumbuhan Mangrove pada Kegiatan Rehabilitasi Hutan Mangrove Kabupaten Kutai Kertanegara. Agrifor, 13: 11-18.

Annisa, R., Priosambodo, D., Salam, M. A., & Santosa, S. (2017). Struktur Komunitas Mangrove Asosiasi Di Sekitar Area Tambak Desa Balandatu Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Bioma. Jurnal Biologi Makassar, 2(1): 21-35.

Anonim. (2011). Statistik Pembangunan. Denpasar: Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah 1 Bali.

Anonim. (2014). Statistik Kementerian K e h u t a n a n 2 0 1 3 . K e m e n t e r i a n Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta

Blegur, W.A., Djohan, T.S., & Ritohardoyo,S. (2017). Vegetasi Habitat Komodo dalam Bentang Alam Riung dan Pulau Ontoloe di Nusa Tenggara Timur. Majalah Geografi Indonesia, 31(1): 95-111.

Chandra, I.A., Seca, G., & Hena, A.M.K. (2011). Aboveground Biomass Production of Rhizophora apiculata Blume in Serawak Mangrove Forest. Agricultural and Biological Sciences, 6(4): 469-474.

Darmayanti. (2018). Mangrove dan Manfaatnya. Balai Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan. [Online]Available from: hhtps://kkp. go.id/bdasukamandi/artikel/4328- mangrove-dan-manfaatnya. [Diakses pada Mei 2018].

DasGupta, R & Shaw, R. (2013). Cumulative Impacts of Human Interventions and Climate Change on Mangrove Ecosystems of South and Southeast Asia: An Overview. Journal of Ecosystems: 1-15.

Delvian, R. R & Siregar, E.B.M. (2017). Pertumbuhan Rhizophora stylosa Pada Tambak Silvofishery Di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Abdimas Talenta, 2(1): 79-84.

Eddy, S., Mulyana, A., Ridho, M. R., & Iskhaq, I. (2015). Dampak Aktivitas Antropogenik terhadap Degradasi Hutan Mangrove di Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 1(3): 240-254.

Fitri, R.Y & Anwar, K. (2014). Kebijakan Pemerintah terhadap Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Bengkalis. Jom FISIP,1(2): 1-15.

Gufrona, R.R., Kusmana, C., & Rusdiana, O. (2015). Komposisi Jenis dan Struktur Hutan Mangrove di Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan. Jurnal Silvikultur Tropika, 6(1): 15-26.

Jati, I. W., & Pribadi, R. (2017). Penanaman Mangrove Tersistem sebagai Solusi Penambahan Luas Tutupan Lahan Hutan Mangrove Baros di Pesisir Pantai Selatan Kabupaten Bantul. Proceeding Biology Education Conference, Oktober 2017, 14(1): 148-153.

Juwita, E., Soewardi, K., & Yonvitner. (2015). Kondisi Habitat dan Ekosistem Mangrove Kecamatan Simpang Pesak, Belitung Timur Untuk Pengembangan Tambak Udang. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(1): 59-65.

Kelompok Kerja Mangrove Tingkat Nasional. (2013). Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove Indonesia, Buku I Strategi dan Program. Jakarta: Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri LHK Nomor 10 Tahun 2022. (2022). Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Available from: https://paralegal. id/peraturan/peraturan-menterilingkungan-hidup-dan-kehutanannomor-10-tahun-2022/. [Accessed 5th Januari 2023].

Mughofar, A., Masyukuri, M., & Setyono, P. (2018). Zonasi dan Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove Pantai Cengkrong Desa Karanggandu Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8(1): 77-85.

Muharam. (2014). Penanaman Mangrove sebagai Salah Satu Upaya Rehabilitasi Lahan dan Lingkungan di Kawasan Pesisir Pantai Utara Kabupaten Karawang. Ilmiah Solusi, 1(1): 1-10.

Pangestika, L & Burhanuddin. (2018). Pertumbuhan Propagule Bakau (Rhizophora apiculate BL) dengan Perbedaan Jenis Siraman dan Media Tanam di Persemaian PT Bina Ovivipari .Semesta, 6(4): 752-758.

Reece, J.B., Urry, L.A., Cain, M.L., Wasserman, S.A., Minorsky, P.V., & Jackson, R.B. (2011). Biology: 6th edition. San Fransisco: Pearson Education.

Rini, E.I.H.A.N & Rahmah, Y. (2019). Penanaman Pohon Mangrove di Desa Mangunharjo Tugu Semarang sebagai bentuk Kepedulian Lingkungan. Jurnal Harmoni, 3(2): 1-5.

Siti, J & Lita, J. (2017). Nilai Ekologis Ekosistem Hutan Mangrove. Jurnal Biologi Tropis, 17(1): 23-31.

Syah, A.F. (2020). Penanaman Mangrove Sebagai Upaya Pencegahan Abrasi di Desa Socah Kabupaten Bangkalan. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 6(1): 13-16.

Widiastuti, M.M.D., Ruata, N., & Arifin, T. (2018). Pemahaman dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Pesisir Laut Arafura Kabupaten Merauke. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 13(1): 111-123.

Yudha,D.S., Trijoko, E.R., Nugraha, R., Suranto, R.D.P., Abida, F.U., Tobing, V.F., Fathiya, R.F., & Nopitasari, S. (2020). Keanekaragaman Jenis Ikan di Sepanjang Sungai Opak Propinsi D a e r a h I s t i m e w a Yogyakarta, Indonesia. Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 5(2): 81-91

Downloads

Published

08-02-2023

How to Cite

Sanbein, E. ., Binsasi, R. ., Klau, M. M. ., & Blegur, W. A. . (2023). Pelestarian Mangrove sebagai Upaya Meningkatkan Keberlanjutan Tambak Ikan Etuwain di Kabupaten Malaka. SCISCITATIO, 4(1), 23–31. https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2023.41.111