Respon Tanaman Alfalfa (Medicago sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung

Authors

  • Muhamad Ridwan
  • Saimul Laili
  • Sama’ Iradat Tito

Keywords:

Alfalfa, Pupuk Organik Cair, Hidroponik, Lampu LED

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pemenuhun gizi menyebabkan permintaan
akan sayur-mayur semakin meningkat. Tanaman alfalfa sebagai salah satu tanaman sayur dengan kandungan
nutrisi yang lengkap, akan tetapi tanaman ini belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia . Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan tanaman alfalfa (Medicago sativa L.) terhadap pemberian
pupuk organik cair (POC) NASA dan NUPOC dengan sistem hidroponik rakit apung menggunakan cahaya
lampu LED cool daylight. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor.
Faktor pertama yaitu jenis pupuk organik cair (X) dan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair (Y).
Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 45 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan
terdapat 2 tanaman, sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 90 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan
pemberian POC NASA mendukung pertambahan panjang, luas daun, dan panjang akar tanaman yang lebih
baik dibandingkan NUPOC. Sebaliknya, pemberian NUPOC memberikan respon pertumbuhan jumlah daun,
jumlah akar, bobot kering dan bobot basah tanaman yang lebih baik dibandingkan POC NASA. Konsentrasi
pekat dari setiap POC NASA dan NUPOC pada konsentrasi 6% dan 8% memberikan respon pertumbuhan
tanaman alfalfa yang lebih baik untuk semua parameter pengamatan.

References

Adil, W. H., Sunarlim, N., & Roostika. (2005). Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Nitrogen terhadap Tanaman Sayuran. Biodiversitas, 7(1): 77-80.

Al-Neem, M. A. (2008). Influence of water stress on water use efficiency and dryhay production of afalfa in Alabsa. International Journal of Soil Science, 3(3): 119 – 126.

Asngad, A. (2013). Inovasi Pupuk Organik Kotoran Ayam dan Eceng Gondok Dikombinasi dengan Bioteknologi Mikoriza Bentuk Granul. Jurnal MIPA, 36(1): 1-7.

Chahyanti, D. (2021). Pusdi K2l FMipa Unisma Malang Rilis Pupuk Organik Cair NUPOC [online]. Tersedia di: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/376307/pusdi-k2l-fmipaunisma-malang-rilis-pupuk-organikcair-nupoc. [Diakses: 22 April 2022].

Haris, A., & Krestianti, V. (2009). Studi P e m u p u k a n K a l i u m T e r h a d a p Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Varietas Super Bee. Sains dan Teknologi, 2(1), 1-5

Hendra, H.A., & Andoko, A. (2016). Bertanam Sayuran Hidroponik Ala Paktani Hydrofarm. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Hernita, D., Poerwanto, R., Susila, A.D., & Anwar, S. (2012). Penentuan Status Hara Nitrogen pada Bibit Duku. Jurnal Hortikultura, 22(1): 29-36

Hoy. D. M., Mooere, K. J., George J. R., & E. C. Brummer. (2002). Alfalfa Yield and Quality as Influenced by Establishment Method. Agronomy Journal, 94: 65-71.

Ikrarwati., Zulkarnaen, I., Fathonah, A., Nurmayulis., & Eris, F. R. (2020). Pengaruh Jarak Lampu LED dan Jenis Media Tanam Terhadap Microgreen Basil (Ocimum basilicum L.). Agropross, National Conference Proceedings of Agriculture, pp.1-16

Indrakusuma. (2000). Pupuk Organik Cair Supra Alam Lestari. Yogyakarta: Surya Pratama Alam.

Koryati, T. (2004). Pengaruh Penggunaan Mulsa dan Pemupukan Urea terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annum L.). Agronomi, 2(1): 15-19.

Maillard, A., Diquélou, S. Billard, V. Laîné, P. Garnica, M. Prudent, M. GarciaMina, J-M., Yvin, J.C., & Ourry, A. (2015). Leaf Mineral Nutrient Remobilization During Leaf Senescence and Modulation by Nutrient Deficiency. Frontiers Plant Science, 6(317): 1-15.

M u h a d i a n s y a h , T . O . , S e t y o n o . , & Adimahardja, S. A. (2016). Efektifitas Pencampiran Pupuk Organik cair dalam Nutrisi Hidroponik pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Jurnal Agronida, 2(1): 37-46

Mukhlis. (2017). Unsur Hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan oleh Tanaman [online]. Tersedia di: https://dtphp.luwuutarakab.go.id/berita/3/unsur-hara-makro-dan-mikro-yangdibutuhkan-oleh-tanaman.html [Diakses 22 April 2022].

Mushafi, M. M. (2016). Pertumbuhan dan produksi tiga varietas sawi (Brassica juncea) akibat konsentrasi nutrisi AB Mix yang berbeda pada hidroponik sistem wick [skripsi]. Universitas Sriwijaya, Palembang. Indonesia.

Novizan. (2002). Petunjuk Pemupukan yang efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Parman, S., & Harnina, S. (2008). Pertumbuhan, kandungan klorofil dan serat kasar pada defoliasi pertama alfalfa (Medicago sativa L.) akibat pemupukan mikorisa. Buletin Anatomi dan Fisiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro, 16(2): 1-10.

Peraturan Menteri Pertanian (2012). Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah.Permentan No.70/Pert/SR.140/10/2011. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Putri, M. D. (2011). Cara Memakai Nutrisi Hidroponik [online]. Tersedia di: http://kebunhidroponik.net/blog/cara-memakai-nutrisi-hidroponik/ [Diakses tanggal 22 April 2022].

Radovic, J., Sokovic., & Marcovic, J. (2009). Alfaafa most important perenial forage legume in animal husbandry. Belgradezenum, 25(5-6): 465-475.

Restiani, A.R., Triyono, S., Tusi A., & Zahab, R. (2015). Pengaruh Jenis Lampu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) dalam Sistem Hidroponik Indoor. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 4(3): 219- 226.

Rosmarkam, A. (2002). Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Kanisius.

Sajimin, Purwantari, N.D., & Mujiastuti, R. (2011). Pengaruh jenis dan taraf pemberian pupuk organik pada produktivitas tanaman alfalfa (Medicago sativa L.) di Bogor Jawa Barat. [online]. Tersedia di: http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/semnas/pro11-121.pdf. [Diakses 22 April 2022]

Soedomo, R. (1994). Produksi Tanaman Hijauan Makanan Ternak Tropik. Yogyakarta: Universita Gadjah Mada.

Subandi, M., Nella, P.S., & Budy, F. (2015). Pengaruh Berbagai Niai EC (Electrical Coductivity) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam (Amaranthus sp) pada Hidroponik Sistem Rakit Apung (Floating Hydoponic Syistem). Jurnal Agroeknologi, 9(2): 136 – 152

Subandi. (2013). Peran dan Pengelolaan Hara Kalium untuk Produksi Pangan Indonesia. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian, 6(1): 1-10

Subantoro, R., Wahyuningsih, S., & Prabowo, R. (2006). Pengaruh GA3, kompos, pupuk organik cair dan TSP terhadap pertumbuhan dan kualitas benih alfaafa(Medicago sativa L.). Jurnal Mediagro Faperta Universitas Wahid Haysim Semarang, Semarang.

Subantoro, R. (2009). Mengenal Karakter Tanaman Alfalfa (Medicago sativa L.). Media Agro, 5(2): 50-62.

Susilawati. (2019). Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik. Palembang: Unsri Press.

Wardhana, I., Hasbi, H., & Wijaya, I. (2016). Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) pada Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Interval Waktu Aplikasi Pupuk Super Bionik Cair. Jurnal Agritrop Ilmu Pertanian, 1(1): 165-185.

Whiteman, P. C. (1980). Tropical Pasture Science. Oxford: Oxford Univ. Press

Downloads

Published

22-08-2022