Studi Etnobotani Kelapa (Cocos nucifera) di Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu

Authors

  • Imah Solechah
  • Ari Hayati
  • Hasan Zayadi

DOI:

https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2021.22.71

Keywords:

etnobotani, tanaman kelapa, pemanfaatan, distribusi, Desa Tambi

Abstract

Etnobotani adalah studi tentang hubungan antara manusia dan penggunaan tumbuhan secara tradisional.
Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai pemanfaatan yang tinggi dalam
masyarakat. Berdasarkan survei awal, tanaman kelapa banyak dimanfaatkan sebagai obat, sumber pangan,
bahan kerajinan dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, potensi, distribusi
dan pemanfaatan tanaman kelapa di Desa Tambi dan Desa Tambi Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten
Indramayu. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang karakteristik
dan pemanfaatan tanaman kelapa serta pentingnya konservasi tanaman kelapa. Penelitian ini dilakukan
dengan metode deskriptif kualitatif melalui eksplorasi pengamatan langsung di lapangan dengan wawancara
menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan 3 varietas kelapa yang tumbuh di lokasi penelitian
yaitu varietas kelapa dalam hijau, kelapa genjah kuning (gading) dan kelapa genjah hijau. Tanaman kelapa
di Desa Tambi dan Desa Tambi Lor dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan kerajinan sebesar 20%, adat
istiadat sebesar 10%, obat 14 %, bahan bakar sebesar 16%, bahan bangunan sebesar 17% dan jamu sebesar 1%.
Distribusi tanaman kelapa Desa Tambi ditemukan pada 18 titik, sedangkan pada Desa Tambi Lor ditemukan
22 titik tumbuh tanaman kelapa. Penyebaran tanaman kelapa berdasarkan tata guna lahan Desa Tambi hanya
dijumpai pada pekarangan dan tepi sawah, sedangkan di Desa Tambi Lor, tanaman kelapa di jumpai disemua
lahan yaitu pekarangan, tepi jalan, dan tepi sawah.

References

Anonim.(2020).Kecamatan Sliyeg Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Indramayu.

Banzon, J.A & Velasco, J.R.(1982). Coconut: production and utilization. Philippine Sciscitatio, Coconut Research and Development Foundation

Bahriyah, I., Hayati, A., & Zayadi, H. (2015). Studi Etnobotani Tanaman Kelor (Moringa oleifera) di Desa Somber Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang Madura. Biosaintropis, 1(1).

Bruwadi, M. H. (2005). Peran Subsector Perkebunan Kelapa Pada Perekonomian Wilayah dan Pendapatan Rumah Tangga Petani di Provinsi Gorontalo. [Disertasi]. Universitas Padjajaran, Bandung.

Dalimunthe. M.B. (2014). Ipteks Bagi Masyarakat Kelompok Usaha Petani Kelapa Desa Sei Paham. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 20 Nomor 77.

Gunawati, L., Kriwiyanti, E., & Joni, M. (2018). Karakteristik Dan Analisis Kekerabatan Ragam Kelapa (Cocos nucifera L.) Di Kabupaten Manggarai Barat Berdasarkan Karakter Morfologi Dan Anatomi. Jurnal Simbiosis VI (1): 20-24 ISSN: 2337-7224

Hayati, A., Arumingtyas, E. L., Indriyani, S., & Hakim, L. (2016). Local Knowledge of Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) in East Java, Indonesia. International Journal of Current Pharmaceutical Review and Research, 7(4), 210-215.

Nurlina, R., H. A. Hidayah. M., & Y. Widiawati. (2013). Kajian Etnobotani Masyarakat Adat Kampung Pulo di Kabupaten Garut Purwokerto. Universitas Jendral Sudirman.

Setia, N. (2017). Etnobotani Kelapa (Cocos nucifera) pada Masyarakat Desa Sungai Itik Kecamatan Sadu Kabuoaten Tanjung Jabung Timur. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV Tenda, E.T & Kaumanuang, J. (2007). Keragaman fenotipik kelapa dalam di Kabupaten Pacitan, Tulungagung dan Lumajang Jawa Timur. Buletin Palma 32, 22-29.

Winarno, F. G. (2014). Kelapa Pohon Kehidupan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Zakiah, E., Hayati, A., & Zayadi, H. (2019). Etnobotani Aspek Pemanfaatan an Konservasi Katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) pada Masyarakat Pandalungan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasurua dan Konservasi Katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) pada Masyarakat Pandalungan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Biosaintropis, 4, 8-14

Downloads

Published

2021-10-07