Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Bawal (Colossoma macropomum) di Sungai Winongo, Yogyakarta

Authors

  • Annabelle Indryana Purwanto
  • Guruh Prihatmo
  • Suhendra Pakpahan

DOI:

https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2020.12.31

Keywords:

Timbal, Logam Berat, Sungai Winongo, Pencemaran, Konsentrasi

Abstract

Sungai Winongo memiliki peran cukup penting di masyarakat kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui konsentrasi Pb ada air, sedimen (batu, kerikil, pasir dan lempung) dan tiga organ ikan Nila
(Oreochromis niloticus) serta ikan Bawal (Colossoma macropomum) yaitu organ viscera, tulang dan daging. Sampel
diperoleh dari tiga titik yaitu bagian hulu, tengah dan hilir. Total 120 sampel diekstraksi menggunakan metode
aqua regia digestible dengan perbandingan larutan HCl : HNO3
(3:1, v/v) dan ekstrak dianalisis menggunakan
Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Ditemukan rata-rata konsentrasi Pb pada air (0,054 mg/L), sedimen
(38,29 mg/kg), ikan Nila ( viscera 11,35 mg/kg; tulang 10,28 mg/kg; daging 6,46 mg/kg ), dan ikan Bawal (
viscera 5,31 mg/kg; 9,85 mg/kg; daging 5,23 mg/kg ). Konsentrasi Pb pada air telah melebihi batas baku mutu
PPRI No. 82 Th 2001 (0,03mg/L). Konsentrasi pada ketiga bagian ikan Nila dan Bawal yang diteliti (viscera,
tulang, daging) telah melebihi batas baku mutu yang ditetapkan oleh SNI 7387:2009 (0,3 mg/kg).

References

Ackerley, D. F., Gonzales, C. F., Park, C. H., Blake, R., Keyhan, M, & Martin, A. (2004). Chromat Reducing Properties of Soluble Flavoprotein from Pseudomonas Putida and Escherichia coli. Applied and Environmental, 70(2), 873-882.

Al-Nagaawy, A. M. (2008). Accumulation and Elimination of Copper and Lead from Oreochromis niloticus Fingerlings and Consequent Influence on Their Residues and Some Biochemical Parameters. 8th International Symposium on Tilapia in Aquaculture, pp.431-445.

Arain, M. B., T. G. Kazi., M. K. Jamali., N. Jalbani., H. I. Afridi, & A. Shah. (2008). Total Dissolved and Bioavailable

Elements in Water and Sediment Samples and Their Accumulation in Oreochromis mossambicus of Polluted Manchar Lake. Chemosphere, 70(10), 1845-1856.

Arie, U. (2006). Budidaya Bawal Air Tawar Untuk Konsumsi dan Hias. Jakarta: Penebar Swadaya. Australian and New Zealand Environment and Conservation Council (ANZECC). (2000). ANZECC Interim Sediment Quality Guidlines. Sydney, Australia.

Badan Lingkungan Hidup Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2012). Laporan

Pemantauan Kualitas Air Sungai Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: BLH DIY.

Connel & Miller. (2006). Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. (Y. Koestoer, Ed.). Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Darmono. (2001). Lingkungan Hidup dan Pencemaran Hubungannya dengan Toksikologi Senyawa Logam. Jakarta: UI Press.

Departemen Kesehatan RI. (2001). Kerangka Acuan Uji Petik Kadar Timbal (Pb) pada Spesimen Darah terhadap

Kelompok Masyarakat Beresiko Tinggi Pencemaran Timbal. Jakarta.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber daya dan Lingkungan Perairan.

Grossel, M., R. M Gerdes, & K. V Brix. (2005). Chronic Toxicity of Lead to Three Freshwater Intervertebrates - Brachionus calcyciflorus, Chironomous tetans and Lymnaea stagnalis. Environmental Toxicology and Chemistry, 25(1), 97-104.

Hidayah, A. M. , Purwanto , & Tri Retnaningsih, S. (2012). Kandungan Logam Berat pada Air, Sedimen dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus Linn.) di Karamba Danau Rawapening. Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Huang P. T. G. Li., Li. X., K. Yu, & N. J. Hu. (2012). Distribution, enrichment and sources of Heavy Metals in Surface

Sediments of The North Yellow Sea. Amsterdam: Elsevier Sci, 73, 1-13.

Hutabarat, H. P. (2011). Evaluasi Logam Berat Tanah yang diaplikasikan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit.

Hutagalung H. P. (1994). Kandungan Logam Berat dalam Sedimen di Kolam Pelabuhan Tanjung Priok. Makalah Penunjang Seminar Pemantauan Pencemaran Laut . Jakarta: P3O-LIPI.

Hutagalung, H., Riyono, S. H, & Setiapermana, D. (1997). Metode Analisis Air Laut Sedimen dan Biota. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi LIPI.

Hutagalung, P. H. (1984). Logam Berat dalam Lingkungan Laut. Pewarta Oceana, 9(1),pp. 11-20.

Ibisch, R & Borchardt, D. (2009). Integrated Water Resources Management (IWRM): From Research to Implementation.

Ivanciuc, T., Ovidiu, I., & Douglas J. Klein. (2006). Modelling the Bioconcentration Factor and Bioaccumulation Factor of Polychlorinated Biphenyls with Posetic Quantitative Super Structure/Activity Relationship (QSSAR). Molecular Diversity, 10, 133-145.

Jaishankar, M., Mathew, B.B., Shah, M. S., & Gowda, K. R. S. (2014). Biosorption of Few Heavy Metal Ions Using Agricultural Wastes. Environment Pollution and Human Health, 2(1), 1-6.

Kasari, A. F. (2016). Status Pencemaran Berdasarkan Logam Berat Pb, Hg, Cd, Cu, dan Ag Dalam Air dan Sedimen di Estuari Sungai Donan, Segara Anakan Timur. Bogor: IPB.

Khaled, A. (2004). Heavy Metal Concentration in Certain Tissues of Mullus Barbatus and Sparus Aurata Collected from Iskenderun Gulf (Turkey). Water, Air and Soil Pollution, 90, 557-562.

Koestoer, Y. (1995). Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. (D. Connel, Trans.) Jakarta:UI Press.

Kriswantoro, M. (1986). Mengenal Ikan Air Tawar. Jakarta : B. P Karya Bani - Jakarta OXXIII.

Loomis, F. (1978). Environmental Psychology.Philadelphia: W.B Saunders.

Lu, F. C. (2010). Toksikologi Dasar : Asas, Organ, Sasaran dan Penliaian Risiko (2 ed.). (E. Nugroho, Trans.) Jakarta:UI Press.

Manahan, S. E. (2002). Environmental Chemistri (7 ed.). New York: Lewis.

Moriaty, F & H. M. Hanson. (1988). Heavy Metals in Sediments of The River Ecclesbourne, Drbyshire. ELSEVIER:Water Research, 22(4), 475-480.

Mukhtasor. (2007). Pencemaran Pesisir dan Laut. Jakarta: PT. Pradnya Paramitha.

Noegrohati, S. (2006). Bioaccumulation Dynamic of Heavy Metals in Oreochromis Nilotycus. Indonesian Journal of Chemistry,6(1), 61-69.

Oktapiandi, J., Sutrisno., & Sunarto. (2019).Analisis Pertumbuhan Ikan Nila yang dibudidayakan Pada Air Musta’mal.Bioeksperimen, 5(1), 16-20.

Palar. (1994). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat . Jakarta: Rineka Cipta. PPRI No. 82 Tahun 2001. (2001). Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Pramana, J. D., A. Taftazani., & Sudamardji. (2000). Sebaran Logam Berat dalam Culikan Air Laut, Algae dan Ikan di Daerah Semenanjung Muria. Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Yogyakarta: P3tm-Batan.

Priatna, D. E., Purnomo, T., & Kuswanti, N.(2016). Kadar Logam Berat Timbal (Pb) pada Air dan Ikan Bader (Barbpnymus gonionotus) di Sungai Brantas Wilayah Mojokerto. Lentera Bio, 5(1), 48-53.

Purnomo, T & Muchyiddin. (2007). Analisa Kandungan Timbal (Pb) pada Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Tambak Kecamatan Gresik. Majalah Ilmiah Kelautan, 14(1), 69-77.

Robbins & Kumar. (1995). Buku Ajar Patologi (4 ed., Vol. 1). Jakarta.

Rochyatun, E., Edward., & A. Rozak. (2003). Kandungan Logam Berat Pb, Cd, Cu, Zn, Ni, Cr, Mn dan Fe Dalam

Air Laut dan Sedimen di Perairan Kalimantan Timur. Jakarta: Oseanologi dan Limnologi P2o-LIPI.

Sahetapy, J. M. (2011). Toksisitas Logam Berat Timbal (Pb) dan Pengaruhnya pada Konsumsi Oksigen dan Respon Hematologi Juvenil Ikan Kerapu Macan [skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.

Setiyono. (2004). Pedoman Teknis Pengelolaan Limbah Industri Kecil.Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup.

Supriyatno., Samin, C., & Kamal, Z. (2007). Analisis Cemaran Logam Berat Pb, Cu, dan Cd pada Ikan Air Tawar,dengan Metode Spektrometri Nyala Serapan Atom (SSA). Prosiding Seminar Nasional III SDM Teknologi Nuklir,hlm. 147-152.

Ulfin, I. (2001). Penyerapan Logam Berat Timbal dan Kadmium dalam Larutan Kayu Apu (Pistia stratiotes L). 2(1), 1-25.

Vandra, B., Sudarno., & Winardi, D. N. (2016). Studi Analisis Kemampuan Self Purification pada Sungai Progo Ditinjau dari Parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Dissolved Oxygen (DO). Teknik Lingkungan, 5(4), 2-3.

Zulfahmi, I., Akmal, Y., & Batubara, A. S. (2018). The Morphology of Thai Mahseer’s Tor Tambroides Axial Skeleton (Ossa Vertebrae). Iktiologi,18(2),139-149.

Downloads

Published

2020-08-27