Pengaruh Penggunaan Lahan, Sumber Pencemar dan Tipe Vegetasi Riparian terhadap Kualitas Air Sungai Code Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Reksi Njurumay
  • Djoko Rahardjo
  • Kisworo

DOI:

https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2021.22.67

Keywords:

penggunaan lahan,sumber pencemar,vegetasi riparian, kualitas air sungai, monitoring, sungai Code

Abstract

Sebagai salah satu sungai besar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kualitas air Sungai Code banyak
ditentukan oleh pengaruh aktivitas manusia dan kondisi alamiah yang ada disekitarnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara tataguna lahan, tipe vegetasi riparian, dan sumber bahan pencemar
terhadap kualitas air sungai Code. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Parameter
yang diukur terdiri dari parameter fisik, kimia, dan biologi. Parameter fisik sungai meliputi kedalaman,
kekeruhan, kecerahan, kecepatan arus, debit air, suhu, tipe substrat, TSS, dan TDS. Parameter kimia sungai
meliputi pH, DO, BOT, nitrat, fosfat, dan amonia. Parameter biologi meliputi vegetasi riparian dengan indeks
biotik meliputi kerapatan, indeks kekayaan jenis, dan indeks keanekaragaman jenis. Penggunaan lahan di
sungai Code didominasi oleh pembangunan (tanggul,pemukiman), pertanian dan jalan. Aktivitas masyarakat
didominasi oleh aktivitas bertani dan penambangan pasir. Jenis sumber pencemar yang dominan adalah limbah
rumah tangga.Karakteristik lingkungan di sungai Code adalah berbatu dan berpasir. Ditemukan 36 spesies,25
famili, 23 ordo, 4 kelas, dan 2 divisi. Struktur komunitas vegetasi riparian didominasi oleh famili Poaceae,
Asteraceae dan Malvaceae. Penggunaan lahan, pola aktivitas dan sumber pencemar dapat mempengaruhi
kualitas air sungai Code (parameter fisik dan kimia). Keberadaan struktur komunitas vegetasi riparian dapat
mempengaruhi kualitas air sungai Code khususnya pada parameter BOT dan Nitrat air sungai Code.

References

Anonim (2003).Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air

Njurumay et al. Anonim. (2008). Peraturan Gubernur DIY Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Anonim. (2011).Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai

Anonim.(2015). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau

Hellen, A., Kisworo, & Rahardjo, D. (2020). Komunitas makroinvertebrata bentik sebagai bioindikator kualitas air Sungai Code, Prosiding Seminar Nasional Biologi di Era Pandemi COVID-19, Gowa, 19 September 2020, 294-303

Ismaini, L., Laliati, M., Rustandi., & Sunandar D. (2015). Analisis Komposisi dan Keanekaragaman Tumbuhan di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia, 1(6) September 2015, hlm. 1397-1402

Listyaningrum, N., Lestari, S.F., Riyanto, I.A, & Cahyadi, A. (2017). Pengelolaan Sempadan Sungai Code Sebagai Upaya Pelestarian Ekosistem Daerah Aliran Sungai di Kota Yogyakarta dan Sekitarnya. Seminar Nasional III Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai Yogyakarta, 26 September 2017

Marnix L.D & Langoy, A. R. (2016). Keanekaragaman Vegetasi Riparian di Sungai Tewalen. Ilmiah Sains, 16, 8.

Prasetyo, H. D & Retyaningdyah, C. (2013). Peningkatan Kualitas Air Irigasi Akibat Penanaman Vegetasi Riparian dari Hidromakrofita Lokal selama 50 Hari. Jurnal Biotropika, 1(4), 149-153.

Priyono, R. E., Supenah, P., & Widyastuti, E. (2014). Kajian Kualitas Air Sungai Condong yang terkena Buangan Limbah Cair Industri Batik Trusmi Cirebon. Biosfera , 32(2), 110-118.

Rachmawati, E. T & Retnaningdyah, C. (2014). Karakteristik Vegetasi Riparian dan Interaksinya dengan Kualitas Air Mata Air Sumber Awan Serta Salurannya di Kecamatan Singosari Malang. Jurnal Biotropika, 2(3), 136-141

Rahardjanto, A., Kusnoputranto, H., Sutijiningsih, D., & Seda, F. S. S. E. (2015). Simple Method to Evaluate of River Quality based on Riparian Vegetation Bioindicator. Research Journal of Science & IT Management. 4(5), 25-35.

Santoso Yanto, H. N. E. A. Z. (2016). Keanekaragaman Spesies Tumbuhan di Area Nilai Konservasi. Media Konservasi, 21(1), 91-98.

Semiun, C. G., Arisoesilaningsih, E. & Retnaningdyah, C., 2013. Degradation of Riparian Tree Diversity on Spring Fed Drains and Its Impacts to Water Quality, East Java. Journal of Tropical Life Science, Volume 3(2). 120 – 126

Siahaan, R. (2012). Peranan Vegetasi Riparian dalam Mempertahankan Kualitas Air Sungai Cisadane [Disertasi]. Insitut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.

Shoolikhah, I., Purnama, S., & Suprayogi, S. (2014). Kajian Kualitas Air Sungai Code Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Majalah Geografi Indonesia, 28 (1), 21-31.

Triyoga, A. (2019). Struktur Komunitas Vegetasi Riparian dan Hubungannya dengan Kualitas Air Sungai Cibanten Serang Banten [Skripsi]. Universitas Kristen Duta Wacana,Yogyakarta, Indonesia.

Wenger S. (1999). A review of the scientific literature on riparian buffer width, extent and vegetation. Georgia: Institute of Ecology, University of Georgia

Wilson, P. C. (2010). Water Quality Notes: Water Clarity (Turbidity, Suspended Solids, and Color). Department of Soil and Water Science. University of Florida

Downloads

Published

2021-10-07