Studi Etnobotani Herbal Untuk Kesehatan pada Masyarakat Desa Dampit dan Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2025.61.190Keywords:
distribusi, etnobotani, herbal, Dampit, MalangAbstract
Penggunaan tumbuhan sebagai bahan herbal mengikuti perkembangan kemajuan manusia dan masih
berlanjut sampai sekarang. Berbagai teknik telah digunakan dalam penelitian tumbuhan herbal mencakup
pendekatan etnobotani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan
sebagai herbal untuk kesehatan, cara penggunaan, cara mengolah,, dan distribusi jenis tumbuhan di daerah
masyarakat Desa Dampit dan Desa Pamotan Kecamatan Dampit. Metode penelitian yang digunakan deskriptif
eksploratif dengan pengambilan sampel responden secara purposive sampling sebanyak 10 informan. Data jenis
tumbuhan, cara pengolahan dan cara penggunaan serta jumlah jenis tumbuhan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan spesies tumbuhan yang dimanfaatkan untuk kesehatan adalah 24 spesies tersebar
pada 16 familia. Familia tumbuhan dengan jumlah jenis tertinggi adalah Zingiberaceae (9 jenis), Cucurbitaceae
(3 jenis), dan 1 jenis pada 14 familia. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai herbal untuk kesehatan
ada 5 yaitu daun, buah, rimpang, umbi, dan kulit buah. Cara penggunaan tumbuhan herbal oleh masyarakat
secara rutin (29%) dan tidak rutin (71%). Cara pengolahan ada 4 yaitu, direbus, diseduh, dimakan langsung,
dan di blender. Hasil analisis distribusi terdapat 10 jenis tumbuhan yang tersebar di Desa Dampit (54% sebaran
individu, 37,5% sebaran jenis) dan Desa Pamotan (45% sebaran individu, 29% sebaran jenis). Nilai distribusi
tertinggi (100%) dijumpai pada 6 jenis tumbuhan.
References
Abadiyah, S., Hayati, A., & Zayadi, H. (2024). Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Jurnal Mahasiswa Sains UNISMA Malang (JIMSUM),2 (2), 177–189.
Athiroh, N., Pujiwati, I., & Hayati, A. (2020). Ethnoecology and ethnomedicine study to ensure maritime conservation in Bangsring Underwater (Bunder) Banyuwangi, Indonesia. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 846(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/846/1/012073
Athiroh AS., N., A. Hayati, & NJ. Mubarakati. (2024). Optimization of explant surface sterilization protocol for the tissue culture of Scurrula atropurpurea using combination formula NaOCL, ascorbic acid and citric acid. Journal AIP Conference Proceedings.Vol 3065 (1)
Fahima, S. S.N., Hayati, A., & Zayadi, H. (2022). Ethnobotanical Study of Tamarind (Tamarindus indica L.) in Lebakrejo Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency. Berkala Ilmiah Biologi, 13(1), 24–33. https://doi.org/10.22146/bib.v13i1.4073
Faizah, Hayati, A., & Zayadi, H. (2016). Persepsi Masyarakat Tradisional Pulau Mandangin Kabupaten Sampang terhadap Tanaman Mimba (Azadirachta indica Juss). Biosaintropis, 2(1), 11–18. http://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/69/28
Fatima, E. M., Pratiknjo, M. H., & Mulianti, T. (2023). Pengobatan Tradisional Pusuik Takino pada Masyarakat Desa Tolong Kecamatan Lede, Kabupaten Taliabu Utara, Maluku Utara. Jurnal Holistik, 16(4), 1–17. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/holistik/article/view/51001
Hakim, N. M. (1986). Dasar Dasar Ilmu Tanah. Lampung. Universitas Lampung
Hayati, A., Arumingtyas, E. L., Indriyani, S., & Hakim, L. (2016). Local knowledge of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) in east Java, Indonesia. International Journal of Current Pharmaceutical Review and Research, 7(4), 210–215.
Hildasari, N., & Hayati, A. (2021). Potensi Keanekaragaman Flora Sebagai Tumbuhan Obat di Wana Wiyata Widya Karya, Sanggar Indonesia Hijau, Kabupaten Pasuruan. Sciscitatio, 2(2), 74–81. https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2021.22.70
Illiyyin, R., Hayati, A., & Zayadi, H. (2019). Studi Etnobotani Pada Upacara Adat “Pujan Kasanga” Di Desa Tosari Pasuruan. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic). 4(1), 1–2.
Ishak, F. (2022). Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Alpukat terhadap Penurunan tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango. MPPKI,.5 (5), 582-590
Jannah, R., Hayati, A., & Rahayu, T. (2022). Kajian Etnobotani dan Reproduksi Tumbuhan Obat Di Desa Jagalan Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 7(2), 1–8. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Khasanah,D.U., A.Hayati, & H.Zayadi. (2023). Eksplorasi Pengetahuan Lokal Tumbuhan obat yang Dimanfaatkan Oleh Masyarakat Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Mahasiswa Sains UNISMA Malang (JIMSUM), 1(2), 10-22/ Agustus 2023
Krishidaya, A., Hakim, L., & Hayati, A. (2022). Etnobotani Tumbuhan Liar di Bawah Naungan Tegakan Kopi (Coffea sp.) pada Perkebunan Kopi di Dusun Krajan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Sciscitatio, 3(1), 16–26.
Kumontoy, G.D., Deeng, D., & Mulianti, T. (2023). Vol. 16 No. 3 / Juli - September 2023. Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Obat Tradisional Untuk Kesehatan Masyarakat Di Desa Guaan Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Jurnal Holistik, 16(3), 1–20.
Mayangsari, A., .I., Bintoro, A., & .S. (2019). Identification of Medicinal Plants in The Area of KPPH Farmer at Talang Mulya on Wan Abdul Rachman Great Forest Park. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 1. https://doi.org/10.23960/jsl171-9
Metananda, A. A., Zuhud, E. A. M., & Hikmat, D. A. (2015). Population, Distribution of Kepuh (Sterculia foetida L.) and its Associated in Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara. Media Konservasi, 20(3), 277–287.
Mukarromah, M., & Hayati, A. (2023). Studi Etnobotani Famili Zingiberaceae Dalam Pemanfaatannya Sebagai Tumbuhan Obat Di Desa Ketindan, Dusun Tegalrejo Lawang, Malang. Jurnal Biosains Medika, 1(1), 28–34.
Oktoba, Z. (2018). Studi Etnofarmasi Tanaman Obat Untuk Perawatan Dan Penumbuh Rambut Pada Beberapa Daerah Di Indonesia. Jurnal Jamu Indonesia, 3 (3), 81–88.
Putri, D. A., Hayati, A., & Lisminingsih, R. D. (2024). Etnobotani dan Distribusi Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Masyarakat Desa Candipuro , Kecamatan Candipuro , Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains UNISMA Malang (JIMSUM) 2 (2), 190–204.
Rohmah, G. M., Hayati, A., & Rahayu, T. (2021). Studi Etnobotani Kunyit (Curcuma) Pada Masyarakat Desa Klabetan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur. Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 7(1), 104–110. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i1.427
Rusmina, Miswan, & Pitopang, R. (2015). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Suku Mandar Di Desa Sarude Sarjo Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat. Jurnal Biocelebes, 9(1), 1978–6417.
Sari, H., Hayati, A., & Rahayu, T. (2018). Eksplorasi Pengetahuan tentang Tumbuhan Obat di Kalangan Generasi Muda Pulau Mandangin Kecamatan Sampang kabupaten Sampang Madura. Jurnal Sains Alami (Known Nature), 1(1), 46–56. https://doi.org/10.33474/j.sa.v1i1.1424
Tapundu, A. S., & Anam, S. (2015). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Suku Seko Di Desa Tanah Harapan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebes, 9(2), 1978–6417.
Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). UGM Press. Yogyakarta
Zahroh, A. K., Hayati, A., & Zayadi, H. (2024). Studi Etnobotani Tumbuhan Liar di Perkebunan Kopi (Coffea) Desa Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains Unisma Malang, 2(1), 7–17.
Zakiah, E., Ari Hayati, & Hasan Zayadi. (2019). Etnobotani Aspek Pemanfaatan dan Konservasi Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) pada Masyarakat Pandalungan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. E-Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 4, 8–14. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v4i3.212
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 THE AUTHOR(S)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.