Analisis Kerapatan Stomata dan Morfologi Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens) yang Tumbuh di Lahan pada Ketinggian yang Berbeda di Wilayah Kabupaten Malang

Authors

  • Eva Addarorul Muntasiroh Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Malang, Malang, Indonesia
  • Ari Hayati Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Malang, Malang, Indonesia
  • Ratna Djuniwati Lisminingsih Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Malang, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2025.62.200

Keywords:

Cabai, Kerapatan, Ketinggian, Stomata

Abstract

Penurunan produktivitas tanaman cabai rawit dapat di pengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti ketinggian tempat, intensitas cahaya, kelembaban, dan pH tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan stomata, karakter morfologi daun cabai rawit (Capsicum frutescens), dan menganalisis hubungan faktor abiotik dengan kerapatan stomata dan karakter morfologi daun cabai rawit (Capsicum fructescens) di ketinggian yang berbeda di wilayah kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif. Penentuan lahan tanaman cabai rawit menggunakan metode purposive sampling, yaitu lahan yang mewakili dataran rendah (293 mdpl), dataran sedang (488 mdpl), dan dataran Tinggi (1160 mdpl). Data kerapatan stomata dianalisis dengan analisis korelasi dan regresi linear yang diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor lingkungan dengan respons anatomi yaitu kerapatan stomata, panjang daun lebar daun serta luas daun. Desa pujon memiliki respons anatomi tertinggi yaitu kerapatan stomata sebesar 254,78 individu/mm2, panjang daun 12,4 cm, dan lebar daun 4,8 cm, sedangkan luas daun tertinggi ada pada Desa Pujon yaitu 12,2 cm2. Kerapatan stomata daun cabai di Bantur memiliki nilai rata-rata 203,82 individu stomata/mm2, dan di Desa Wajak terdapat kerapatan stomata senilai jumlah rata-rata 198,73 individu stomata/mm2, sedangkan kerapatan stomata di Pujon memiliki nilai rata-rata 254,78 individu stomata/mm2. Kerapatan stomata daun tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) di ketiga ketinggian tempat masih tergolong dalam kategori rendah, yaitu (<300/mm2). Sedangkan hasil data parameter panjang daun di dataran tinggi memiliki rata-rata 12,4 cm, lebih panjang dibandingkan dengan tanaman di dataran sedang (10,5 cm) dan dataran rendah (9,4 cm). Selain itu, lebar daun juga menunjukkan pola yang serupa, dengan rata-rata 4,8 cm di dataran tinggi, 4,5 cm di dataran sedang, dan 4,3 cm di dataran rendah. Untuk luas daun, tanaman di dataran tinggi memiliki rata-rata luas 12,2 cm², sedangkan di dataran sedang dan rendah masing-masing memiliki rata-rata 10,6 cm² dan 8,6 cm².

References

Andrian, Supriadi & Marpaung, P. (2014). The Effect of Elevation and Slope on Rubber (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) Production in PTPN III Hapesong Farm of South Tapanuli, Jurnal Online Agrotekno logi, 2(3), 981–989.

Azkiyah, D.R. & Tohari. (2019). Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Steviol Glikosida pada Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana) .Effect of Altitude on Growth, Yield and Steviol Glycosides Content of Stevia Plant (Stevia rebaudiana), Vegetalika, 8(1). 1–12.

Grant, B. & Vatnick, I. (2004) ‘Environmental correlates of leaf stomata density, Teaching Issues and Experiments in Ecology, 1(January), 1–6.

Hakim, A.R., Dorly & Rahayu, S. (2013). Diversity and Cluster Analysis of Non-Succulent Leaf Type Hoya spp. Based on Leaf Anatomy Characters, Buletin Kebun Raya, 16(1), 1–17.

Haryanti, S., Alam, P., Diponegoro, U., Soedharto, J. P., & Diponegoro, K. U. (2010). Pengaruh Naungan yang Berbeda terhadap Jumlah Stomata dan Ukuran Porus Stomata Daun Zephyranthes Rosea Lindl’, XVIII (1), 41–48.

Hasanah, K., Hayati, A. & Zayadi, H. (2020) ‘Diversity of Wild Plant on Corn Field (Zea mays L.) in Bung-Bungan Village Bluto District Sumenep Regency, Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 6(1), 54–60.

Istiawan, N.D. & Kastono, D. (2019). Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh terhadap Hasil dan Kualitas Minyak Cengkih (Syzygium aromaticum (L.) Merr The Effect of Growing Altitude on Yield and Oil Quality of Clove (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.) in Samigaluh Sub-district, Kulon Progo’, Vegetalika Journal, 8(1), 27–41.

Ke, X., Kang, H. & Tang, Y. (2022). Reduction in Leaf Size at Higher Altitudes Across 39 Broad-leaved Herbaceous Species on the Northeastern Qinghai-Tibetan Plateau, Journal of Plant Ecology, 15(6),1227–1240. https://doi.org/ 10.1093/jpe/rtac051.

Khoiroh, Y., Harijati, N. & Mastuti, R. (2014). Pertumbuhan Serta Hu- bungan Kerapatan Stomata Dan Berat Umbi Pada Amorphophallus muelleri Blume Dan Amorphophallus variabilis Blume, Jurnal Biotropika, 2(5), 1–5.

Lagiman & Supriyanta, B. (2021) Karakterisasi Morfologi dan Pemuliaan Tanaman Cabai. Yogyakarta : LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta

Marantika, M., Hiariej, A. & Sahertian, D.E. (2021). Kerapatan dan Distribusi Stomata Daun Spesies Mangrove di Desa Negeri Lama Kota Ambon, Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 12(1), 1–6.

Pantilu, L. I., Mantiri, F. R., Nio, S. A., & Pandiangan, D. (2012). Respons Morfologi dan Anatomi Kecambah Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merill) terhadap Intensitas Cahaya yang Berbeda. (Morphological and Anatomical Responses of The Soybean (Glycine max (L.) Merill) Sprouts to The Different Light Intensity). Jurnal Bios Logos, 2(2). https://doi.org/10.35799/jbl .2.2.2012.1044.

Qomariyah, N., Hayati, A. & Zayadi, H. (2018). Diversitas Serangga Predator yang Datang pada Lahan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) Berdasarkan Variasi Temporal di Desa Bumianyar Kecamatan Tanjungbumi Kabu paten Bangkalan, Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 4(1), 22–30.

Rahangmetan, A., Sinay, H. & Ritha Lusian Karuwal (2021). Karakterisasi Stomata Daun Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge.) di Pulau Ambon, Jurnal biologi, pendidikan dan terapan, 7, 180–192.

Suradinata, Y.R. & Wulansari, A. (2015). Respon Tanaman Mawar Batik (Rosa hybrida L.) dengan Penggunaan Konsentrasi 1–methylcyclopropene (1–MCP) pada Beberapa Tingkat Kemekaran Bunga, Kultivasi, 14(2), 55–62. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v14i2.12068.

Vatén, A. & Bergmann, D.C. (2013). Correction to Mechanisms of Stomatal Development: An evolutionary view [EvoDevo, 3 (2012) 11], EvoDevo, 4(1),1–9. https://doi.org/10.1186/2041-913 9-4-11.

Zakiyah Apriliani, N. & Yuliani (2020) .Respons Anatomi dan Kadar Asam Oksalat Tumbuhan Amorphophallus muelleri Blume pada Lingkungan yang Berbeda. Anatomic Response and Oxalate Acid Level in Amorphophallus muelleri Blume in Different Environments, Lenterabio, 9(2), 137–145.

Downloads

Published

31-07-2025

How to Cite

Muntasiroh, E. A., Hayati, A., & Lisminingsih, R. D. (2025). Analisis Kerapatan Stomata dan Morfologi Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens) yang Tumbuh di Lahan pada Ketinggian yang Berbeda di Wilayah Kabupaten Malang . SCISCITATIO, 6(2), 87–97. https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2025.62.200

Most read articles by the same author(s)